Mereka yang Tidak Mampu Bersujud

Allah menyebutkan di dalam Al Quran mengenai orang-orang yang tidak mampu bersujud.

 يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ

 خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu dalam keadaan sejahtera. (Al Qalam 68:42-43)

Pada rangkaian ayat di atas, Allah menggambarkan, suasana pada saat hari kebangkitan. Dimana umat manusia dipanggil untuk bersujud akan tetapi tidak bisa sebab dosanya di dunia, sehingga mereka merasa malu dan hina karena tidak mampu bersujud di Padang Mahsyar. 

Disebutkan di ayat selanjutnya, sebabnya yakni karena mereka dahulu lalai tidak bersujud - padahal mereka waktu itu dalam kecukupan hidup dan sejahtera. Sujud di sini tidak dijelaskan secara spesifik apa maknanya, sehingga bila diartikan secara luas dapat bermakna eksplisit yakni mendirikan sholat, atau pun implisit, dengan sebagai sikap hati yang bersujud, hati yang tunduk dan merendah terhadap ketetapan hukum dan syariat Allah SWT.

Melalui ayat ini, Allah berpesan kepada kita, agar jangan sampai lupa, terlena dengan kecukupan dan keluasan rezeki kita di dunia sehingga kita lupa atau bahkan terlalu percaya diri sehingga tidak mau bersujud kepada-Nya, lengah tidak mendirikan sholat, atau pun lengah tidak menjaga hati untuk selalu sujud, merendahkan diri terhadap ayat dan perintah-Nya.

Wallahu a’lam.