Al Maa'uun

Allah SWT memberikan pesan khusus kepada kita, hamba-Nya yang berusaha taat beribadah.

 أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

 Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (107:1)

‎فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

 Itulah orang yang menghardik anak yatim, (107:2)

‎وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

 dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (107:3)

Di sini Allah menjelaskan mereka yang mendustakan agama. Menarik di sini ternyata definisi mendustakan agama tidak dikaitkan dengan ibadah ritual seperti sholat, puasa, dll. Tetapi pada akhlak kita kepada orang yang lebih rendah atau lemah, yakni anak yatim dan fakir miskin.

Ini sejalan dengan hadits Nabi, bahwa tidak lah beliau diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak.

 Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.(HR. Bukhari No. 273)

Mereka yang taat menjalankan syariat beragama tetapi belum menjadi perubahan di perilakunya terhadap orang lemah maka dikatakan agamanya hanya pura-pura, masih main-main; taat tetapi sebenarnya belum apa-apa, masih kosong.

 

‎فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (107:4)

‎الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (107:5)

‎الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

orang-orang yang berbuat riya (107:6)

‎وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (107:7)

Masih sambungan dari ayat sebelumnya mengenai mereka yang tampak luarnya taat menjalankan ibadah. Dijelaskan bahwa orang yang sholat pun bisa jadi mereka celaka. Yakni bila:

  1. Menelantarkan (lalai) sholat, tidak menegakkan sholat (bukan hanya asal gugur kewajiban)
  2. Mereka yang menempatkan pandangan orang lebih utama dalam niat mengerjakan amal (riya)
  3. Mereka yang enggan menolong orang dengan sesuatu yang bermanfaat

Mari kita perhatikan susunan ayat di atas. Ternyata, parameter orang yang sholat celaka adalah:

  • Dua hal terkait ibadah sholat (lalai dan riya)
  • Satu hal terkait dengan sikap kita (kembali) kepada orang lain.

Kesimpulannya, surah Al Maa'uun ini sebenarnya menjelaskan betapa pentingnya ibadah sosial dalam bentuk sikap perilaku kita kepada sesama yang lemah dan yang membutuhkan pertolongan, saking pentingnya bahkan kalau kita lalai itu semua bisa membatalkan pahala amalan kita, termasuk amal utama sholat.

Jadi, sembari taat beribadah, jangan sampai lupa amal sosial pun harus jalan, agar pahala ibadah kita sempurna dan dihindarkan dari menjadi orang  yang mendustakan agama ataupun orang yang celaka.

Wallahu a'lam.