Summary ODOP 6:133-142

Allah Maha Kaya dan Tidak Membutuhkan Apapun dari HambaNya

133. Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.

134. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.

Ayat 133 menegaskan sifat Allah yang Maha Kaya, yang tdk membutuhkan keimanan hambaNya, tdk juga butuh hambaNya menaati risalahNya. Bagi Allah mudah saja menggantikan satu umat dengan umat yang lain. Dan ancaman siksa Allah pasti datang dan tdk ada cara apa pun yang dapat menolaknya (134).

Tema yang sama disebutkan juga di bbrp ayat lain sbb:

Hai manusia, kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah. (Faathir 35:15-17)

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian. (An Nisaa 4:133)

Di ayat lain bahkan diceritakan bgmn Allah telah memusnahkan umat2 terdahulu krn kezhaliman mereka dan menggantinya dengan umat lain.

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Yunus 10:13-14)

135. Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.

Bagi mereka yang tetap memilih ingkar thd risalah Allah, maka dipersilahkan beramal sesuai dg keyakinannya, demikian juga kita beramal sesuai keimanan kita kpd Allah, sbgmana disebutkan juga di ayat lain:

Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman, “Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya kami pun berbuat (pula). Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kami pun menunggu (pula).” (Huud 11:121-122)

Di akhir ayat 135, ditegaskan biarlah nanti Allah yang menentukan siapa yang beruntung mendapat imbalan pahala atas amal2nya. Beruntungnya di sini dijelaskan di ayat2 lain bhw hanya amal orang yang beriman sajalah yang diperhitungkan di hari akhir, sedangkan amal orang yg tdk beriman (sebanyak apa pun) diibaratkan spt fatamorgana, akan sia-sia, hangus, beterbangan spt debu di akhirat (lihat pembahasan ODOP 3:116-132).

--

Tradisi Kaum Jahiliah yang Dianggap sbg Perintah Allah

136. Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami." Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka[508]. Amat buruklah ketetapan mereka itu.

137. Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-Nya[509]. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

138. Dan mereka mengatakan: "Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki", menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.

139. Dan mereka mengatakan: "Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

140. Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rizki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

Ayat 136 dst menjelaskan bbrp contoh kebiasaan kaum Jahiliah Mekkah yang menetapkan hukum halal-haram berdasarkan dugaan mereka dan menyatakan bhw itu adalah perintah Allah. Sbg informasi, kaum Musyrik Mekkah saat itu mengakui adanya Allah sbg Tuhan, ttp juga mengakui bhw berhala2 lain pun sebagai Tuhan yang mendampingi Allah. Kebiasaan2 yang mereka nisbatkan seakan2 sbg perintah Allah adalah sbb:

  1. Kurban dalam bentuk hasil pertanian dan hewan yang menurut mereka bisa di-share, sebagian untuk Allah, dan sebagian lainnya untuk berhala2 yang lain. Dikatakan, bhw kurban mereka tsb akan tertolak (136)

  2. Membunuh anak2 dg cara menguburkannya hidup2, serta menganggap baik orangtua yang melaksanakannya (137). Mereka ini dikatakan merugi dan sesat krn mengharamkan karunia Allah kpd mereka (140). Tradisi ini diharamkan oleh Allah sbgmana disebut di dalam ayat berikut:

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (Al Israa’ 17:31)

dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh (At Takwiir 81:8-9)

  1. Haramnya bbrp tanaman dan hewan ternak tertentu yang sebenarnya tdk pernah dilarang melalui ayat2 Allah (138, 139). Mengulang sedikit bahasan ayat 5:103, dalam tradisi Jahiliah dikenal 4 jenis hewan yang diharamkan (walaupun tanpa dasar ayat):

  2. bahiirah : unta yg sengaja dilubangi telinganya jika melahirkan 5 anak dg anak terakhirnya betina.

  3. saaibah : unta yg dilepaskan krn nazar pemiliknya utk berhala, diberikan kpd penjaga ka’bah, dibiarkan cari makan sesukanya, tdk ditunggangi, tdk disembelih dan tdk diperah susunya.
  4. washiilah : kambing atau unta perempuan yang lahir kembar. Kalau jantan diberikan kpd berhala.
  5. haam : unta jantan yg sdh menghamili 10 betina. Unta tsb tdk boleh ditunggangi dan dihalangi utk cari air dan makanan

  6. Dihalalkannya hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah, dimana sbg gantinya mereka hanya menyebutkan nama2 berhala. Hal ini diharamkan Allah, sbgmana disebut di dlm surah Al An’aam ayat 118 (138)

Di ayat lain, Allah dengan tegas melarang kita mengharamkan yang halal, dan sebaliknya tanpa dasar ayat2-Nya:

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (An Nahl 16:116)

Adab thd Karunia Allah

141. Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

142. Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Allah menjelaskan beberapa tanda2 kebesaran Allah sbg karunia-Nya kpd kita yang diiringi dg syarat perintah dan larangan atas nikmatNya tsb:

  1. Allah menumbuhkan kebun dan berbagai jenis pohon dg buahnya (spt kurma, zaitun, delima). Allah memerintahkan kita untuk memetik dan menikmati hasil kebun tersebut, tetapi dg 2 syarat: (1) menyisihkan sebagian hasilnya kpd yang berhak (sbg zakat); (2) menghindari berlebih-lebihan (141). Berlebih-lebihan ini menurut Al Baydawi dan Jalalayn adalah tdk berlebih2an dalam membagikannya kpd orang lain, minimum harus disisakan utk mencukupi kebutuhan diri sendiri dan 1 orang tanggungan. Sedangkan menurut Thabari, artinya menghindari ketamakan dlm memanfaatkannya (spt dg menjualnya) shg menghalangi kita untuk menyisihkan porsi wajib zakat.

  2. Allah menciptakan hewan ternak yang bisa dijadikan sbg alat transportasi dan ada juga yang bisa disembelih. Allah memerintahkan kita utk memanfaatkannya sbg rezeki dari Dia, tetapi dg syarat tdk mengikuti syetan, yakni tetap mengikuti ketentuan halal-haram yang ditetapkan Allah (142), spt dijelaskan di ayat lain:

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (An Nahl 16:114)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.